Foto: AFP
Sebuah kapal nelayan Panama yang diisi oleh tiga orang awaknya, dikabarkan terkatung-katung di perairan Panama. Awak kapal ini sempat berharap diselamatkan oleh sebuah kapal pesiar, namun kapal pesiar itu justru tidak menyelamatkan mereka.
Tanpa ada cadangan makanan hanya ikan yang mereka tangkap dan beberapa galon air, ketiga nelayan ini terkatung-katung laut di laut selama 16 hari. Kerusakan mesin yang dialami kapal itu, menyebabkan para nelayan malang itu tidak dapat kembali ke rumah mereka.
Namun, Adrain Vasquez sadar dirinya melihat sebuah kapal besar mendekati mereka. Pemuda berusia 18 tahun itu pun langsung melambaikan jaket merah yang dikenakannya, untuk menarik perhatian mereka yang berada di kapal pesiar itu.
Hal serupa juga dilakukan oleh kapten kapal Elvis Oropeza Betancourt yang saat itu tengah sekarat, karena persedian bertahan untuknya hampir habis. "Kami merasa senang, karena kami kira kapal itu akan melakukan penyelamatan," ujar Vasquez, seperti dikutip Reuters, Jumat (30/4/2012).
Kapal pesiar itu pada akhirnya tidak berhenti menyelamatkan ketiga nelayan itu. Vasquez pun baru berhasil diselamatkan oleh kapal lain, dua minggu setelah kapal pesiar tersebut lewat. Tetapi malang bagi kedua rekannya, mereka tewas karena tidak mampu bertahan.
"Tuhan tidak akan memaafkan mereka. Saya masih geram mengingat kejadian tersebut," ujarnya.
Sementara diyakini kapal pesiar yang membiarkan ketiga nelayan itu adalah kapal pesiar Star Princess. Hal ini diketahui berdasarkan keterangan peneliti burung yang berada di dek kapal pesiar tersebut. Beberapa dari mereka melihat kapal yang digunakan oleh Vasquez dan temannya.
Princess Cruises yang menjadi operator kapal pesiar itu, langsung mengadakan penyelidikan tentang insiden ini. Sedangkan beberapa saksi yang melihat keberadaan kapal nelayan kecil itu, mengaku terus teringat nasib dari nelayan dari kapal nahas tersebut.(international.okezone.com)
0 komentar:
Posting Komentar